Jumat, 15 April 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 5 TRANSLASI MATA UANG ASING (SOFTSKILL)

BAB 5
Translasi Mata Uang Asing

A. Alasan Translasi Mata Uang Asing
Perusahaan dengan kegiatan operasional luar negeri yang signifikan mempersiapkan laporan keungan gabungan yang memberikan laporan pada para pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global. Proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi mata uang asing (translation).

B. Latar Belakang dan Terminologi
            Translasi mata uang asing tidaklah sama dengan konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik. Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang menggunakan dolar AS. Transaksi mata uang bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap. Kurs pasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar negara, perbedaan pada saham nasional, dan ekspektasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya. Kurs ini bersifat langsung atau tidak langsung. Kurs pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang.  Transaksi pada pasar forward mendapatkan potongan atau premi dari pasar spot, atau sebagai tingkat palsu pasar forward. Transaksi kurs swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan, atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang.

C. Efek Laporan Keuangan Terhadap Kurs Alternatif Translasi Mata Uang Asing
            Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik, yaitu :
1.      Kurs saat ini adalah kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan
2.      Kurs historia, yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang asing pertama kali di dapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul
3.      Kurs rata – rata yaitu nilai rata – rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat itu.

D. Transaksi Mata Uang Asing
Faktor Ekonomi
Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional
Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
Arus kas
Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik
Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
Harga Jual
Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi lokal
Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
Harga Pasar
Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata uang lokal
Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata uang negara induk
Anggaran Biaya
Sering terjadi pada daerah lokal
Sangat berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
Keuangan
Menggunakan mata uang lokal dan dilayani oleh operasional lokal
Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
Internal Perusahaan
Jarang, tidak ekstensif
Sering kali dan transaksi yang ekstensif
E. Perspektif Transaksi Tunggal
            Pada tanggal transaksi, penyesuaian nilai tukar ( baik stabil atau tidak ) dimasukkan sebagai penyesuain terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjian merupakan kejadian tunggal.

F. Perspektif Transaksi Ganda
            Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.

G. Translasi Mata Uang Asing
1.      Metode Nilai Tukar Tunggal
2.      Metode Nilau Tukar Ganda
3.      Metode Current-Noncurrent
4.      Metode Moneter-Nonmoneter
5.      Metode Kurs Sementara

H. Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing
Pendekatan akuntansi untuk penyesuaian translasi mata uang asing, adalah :
1.      Penangguhan
2.      Penangguhan dan Amortisasi
3.      Penangguhan Sebagian
4.      Tidak Ada Penangguhan

I. Perkembangan Akuntansi Translasi Mata Uang Asing
            Beberapa perspektif historis tentang akuntansi translasi mata uang asing di Negara :
-          Pra 1965
Sebelum tahun 1965 Praktik translasi kebanyakan perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB No. 4) yang kemudian diterbitkan kembali sebagai Bab 12 dalam ARB No. 43
-          1965-1975
Translasi mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang asing pada kurs saat ini diperbolehkan setelah Accounting Principles Board Opinion No. 6 dikeluarkan pada tahun 1965.

-          1975-1981
FASB mengeluarkan FAS No. 8 pada tahun 1975.

-          1981-Sekarang
FASB mengeluarkan Satetement of Financial Accounting Standards No. 52 pada tahun 1981.

J. Gambaran Standar No. 52/Standar Akuntansi Internasional 21
            Tujuan translasi menurut FAS No.52 berbeda secara substansial dari tujuan menurut FAS No.8. FAS No.8 menggunakan sudut pandang induk perusahaan dengan mengharuskan laporan keuangan dalam mata uang asing disajikan seakan-akan seluruh transaksinya terjadi dalam mata uang dola AS. Standar No. 52 mengakui bahwa baik sudut pandang induk perusahaan dan anak perusahaan merupakan kerangka dasar pelaporan yang sah, oleh kerana itu aturan translasinya dirancang untuk :
1.      Mencerminkan, didalam laporan keuangan konsolidasi, hasil dan hubungan keuangan yang diukur dalam mata uang primer (utama) yang digunakan oleh setiap entitas konsolidasi melakukan kegiatan usahanya (mata uang fungsionalnya-functional currency)
2.      Memberikan informasi yang secara umum sesuai dengan ekspektasi pengaruh ekonomi dari perubahan kurs nilai tukar terhadap arus kas dan ekuitas suatu perusahaan.

Translasi saat Mata Uang Lokal adalah Mata Uang Fungsional
Jika mata uang fungsional adalah mata uang asing yang tercatat dan dimasukan, maka laporan keuangannya ditranslasikan ke dalam dolar menggunakan metode kurs saat ini. Prosedur kurs saat ini yang digunakan
1.      Seluruh asset dan kewajiban asing yang ditranslasikan terhadap dolar menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca; akun modal ditranslasikan pada kurs historis.
2.      Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada waktu transaksi, walaupun nilai tukar rata-rata tambahan dapat digunakan untuk kelayakan.
3.      Keuntungan dan kerugian dilaporkan dalam komponen ekuitas gabungan pemegang saham yang terpisah.

  Translasi saat Mata Uang Induk Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
Saat mata uang induk perusahaan adalah mata uang fungsional asing gabungan, laoran keuangan mata uang asing tersebut akan dihitung terhadap dolar menggunakan metode kurs sementara. Spesifiknya :
1.      Aset dan kewajiban serta nonmoneter bernilai pada harga pasar saat itu ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada saat laporan keuangan; item nonmoneter lainnya dan modal ditranslasikan pada kurs historis
2.      Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai tukar rata-rata untuk periode kecuali item yang berhubungan dengan item nonmoneter (contoh: biaya penjualan dan beban depresiasi), yang ditranslasikan menggunakan kurs historis.
3.      Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing direfleksikan dalam pendapatan lancer.

            Translasi saat Mata Uang Asing adalah Mata Uang Fungsional
            Usaha gabungan asing mungkin akan tetap mencatat pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang fungsionalnya adalah mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan akan dihitung ulang dari mata uang local ke dalam mata uang fungsional (metode kurs sementara) lalu ditranslasikan ke dalam dolar AS menggunakan metode kurs saat ini.

            Translasi Mata Uang Asing dan Inflasi
            Hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah negara dengan nilai eksternal mata uangnya telah ditunjukkan secara empiris. Sehingga penggunaan kurs saat ini untuk mentranslasikan biaya asset nonmoneter yang bertempat dalam kondisi yang cenderung berinflasi akan menghasilkan padanannya mata uang domestik jauh di bawah nilai aslinya.

            Translasi Mata Uang Asing Di Mana Saja
            Sekarang secara singkat dapat melihat mengenai translasi mata uang asing di belahan dunia lainnya. Canadian Institute of Chartered Accountants ( CICA ), Accounting Standards Board Inggris, serta International Accounting Standards Board berpatisipasi dalam pertimbangan yang menghasilkan FAS No. 52. Oleh Karena itu, tidaklah mengejutkan untuk menemukan bahwa standar hubungan sejalan dengan FAS No. 52.

Sumber: Choi, Frederick D. S, Meek, Gary K, 2005, Akuntansi Internasional, Buku 1 Edisi 5, Jakarta; Salemba Empat.

Kamis, 14 April 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 4 PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN (SOFTSKILL)

BAB 4
Pelaporan dan Pengungkapan

Kepentingan relatif pada pasar ekuitas dalam perekonimian nasional yang tumbuh dan investor individual menjadi lebih aktif dalam pasar ini. Sebagai hasilnya, pengungkapan publik, proteksi investor, nilai pemegang saham, dan pasar modal terbentuk dari pengelolaan perusahaan menjadi sangat penting. Pemerintah mengatur siapa yang menjaga atau meningkatkan kredibilitas pasar modal mereka juga mempengaruhi praktik pengungkapan seluruh dunia. Bursa saham telah dapat disimpulkan bahwa mereka terus tumbuh dan berhasil mempertahankan penawaran pasar berkualitas tinggi dengan proteksi investor efektif. Hasilnya, kekeliruan pengatur dan bursa saham meningkat dan kebutuhan akan pengungkapan menjadi lebih keras. Dikarenakan maraknya proteksi lebih terhadap investor dan mempertinggi pengungkapan akan terus berjalan seperti halnya bursa saham menghadapi persaingan dari satu sama lain dan dari sistem perdagangan yang kurang teratur.

A. Perkembangan Pengungkapan
            Standard dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber - sumber keuangan, undang – undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan faktor – faktor lainnya. Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan. Di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Negara Anglo – Amerika lainnya, ekuitas pasar paling berjasa dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi sangat maju. Di negara – negara lainnya seperti Prancis, Jerman, Jepang, dan berbagai Negara dengan pasar yang baru muncul, pemegang saham tetap dterkonsentrasi dan bank ( dan/atau pemiliknya keluarga) secara tradisional telah menjadi sumber keuangan utama perusahaan.

B. Pengungkapan Sukarela
            Manajer memiliki informasi yang lebih baik daripada pihak luar mengenai performa perusahaan mereka saat ini dan kedepannya. Beberapa kajian menunjukan bahwa manajer berinisiatif untuk mengungkap informasi seperti itu secara sukarela. Keuntungan dair pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahan, bunga yang lebih tinggi dari analis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang bisa mencapai keuntungan dalam pasar modal dengan mempertinggi pengungkapan mereka secara sukarela. Dalam sebuah karya klasik, penulis berpendapat bahwa komunikasi manajer dengan investor luar tidak sempurna ketika (1) manajer memiliki informasi kuat tentang perusahaan mereka, (2) insentif manajer tidak sesuai dengan bunga dari semua pemegang saham, dan (3) peraturan akuntansi dan audit tidak sempurna.


C. Kebutuhan Pengaturan Pengungkapan
            Untuk melindungi investor, sebagian besar bursa sekuritas menetukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada perusahaan domestik dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Bursa saham dan pengaturan pemerintah secara umum membutuhkan perusahaan asing yang terdaftar untuk melengkapi semua informasi keuangan dan non keuangan yang hamper sama seperti yang dibutuhkan untuk perusahaan domestik. Proteksi pemegang saham bermacam – macam di seluruh negara. Di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Negara Anglo – Amerika lainnya memberikan investor proteksi ekstenstif dan ketat. Sebaliknya, proteksi pemegang saham kurang member tekanan di bagian lain dunia. Sebagai contoh Cina melarang perdagangan orang dalam, yurisdiksinya yang lemah membuat pelaksanaannya hamper tak terlihat. Undang – undang perlindungan pemegang saham di Republik Ceko, Meksiko, dan Negara – Negara dengan ekonomi pasar yang baru muncul juga bersifat elementar.
            Fost dan Lang Membahas dua objek investor berorientasi pasar ; perlindungan investor dan kualitas pasar.
-          Proteksi Investor
-          Kualitas Pasar

Fost dan Lang juga mengulas empat prinsip pada investor yang berorientasi pasar yang harus dijalankan.
1.      Keefektifan biaya
2.      Fleksibilitas dan kebebasan pasar
3.      Laporan keuangan transparan dan pengungkapan menyeluruh
4.      Perlakuan setara perusahaan domestic dan asing

D. Pembahasan Laporan Keuangan SEC Amerika Serikat
            SEC secara umum mewajibkan pendaftar asing untuk melengkapi informasi keuangan yang pada hakikatnya sama dengan yang dibutuhkan perusahaan domestic. Akan tetapi, laporan keuangan pendaftar tidak harus disiapkan menurut GAAP Amerika Serikat jika mereka disajikan sesuai dengan prinsip lembaga akuntansi secara menyeluruh dan  dilengkapi dengan rekonsiliasi kuantitatif dengan pendapatan bersih GAAP Amerika Serikat, ekuitas pemegang saham, dan pendapatan per saham, jika secara material berbeda. Syarat laporan SEC secara umum konsisten dengan sasaran proteksi investor dan kualitas pasar. Akan tetapi, kebutuhan laporan yang kuat mungkin meraih tujuan proteksi investor pada kesempatan mengurangi biaya investasi modal atau mengesankan biaya transaksi tinggi dalam berinvestasi.Beberapa pengamat menyatakan bahwa syarat laporan keuangan SEC bagi perusahaan asing menghalangi mereka dari pembuatan sekuritas mereka yang ada di Amerika Serikat. Sebagai akibatnya, telah ditegaskan, investor Amerika Serikat lebih suka berdagang di pasar seperti Over-the-Counter ( OTC ) AS atau pasar luar negeri di mana likuiditas relatif rendah, biaya transaksi relatif tinggi, dan proteksi investor kurang penting daripada dalam pertukaran nasional di Amerika Serikat.

E. Praktik Pelaporan dan Pengungkapan
            Laporn pengungkapan laporan tahunan memperlihatkan respons manajer terhadap kebutuhan pengaturan pengungkapan dan insentif mereka menyediakan informasi laporan keuangan pengguna secara sukarela. Untuk beberapa jenis pengungkapan sulit. Oleh karena itu, jenis pengungkapan ini kurang lebih sukarela. Akhirnya, peraturan pengungkapan bermacam – macam di seluruh dunia pada area seperti perubahan laporan ekuitas, transaksi dengan pihak terkait, segmen pelaporan, harga pasar asset dan utang financial, dan pendapatan per saham. Pada bagian ini fokus terhadap
1.      Pengungkapan terhadap informasi ke depan
2.      Segmen pengungkapan
3.      Pelaporan tanggung jawab social
4.      Pengungkapan khusus untuk laporan keuangan non domestic
5.      Pengungkapan pengaturan perusahaan
6.      Pengungkapan dan laporan usaha internet.
Semua pengungkapan dan pelaporan ini dipilih karena atas dasar kepentingan pengguna laporan keuangan.

Pengungkapan Informasi Progresif
            Pengungkapan informasi progresif adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar dunia. Dalam hal ini, istilah informasi progresif meliputi :
1.      Perkiraan pendapatan, laba/rugi, arus kas, pengeluaran modal, dan hal-hal keuangan lainnya.
2.      Tujuan informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi di masa depan yang tidak menentu daripada perkiraan menyangkut proyek, periode fiscal dan proyeksi jumlah.
3.      Laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha di masa depan.
Ketiga kategori informasi progresif ini menjadi lebih umum sebagaimana kita berangkat dari
1.      Perkiraan
2.      Informasi potensial
3.      Sasaran dan tujuan

F. Pengungkapan Segmen
            Investor dan analisis menuntut informasi hasil perusahaan industri dan segmen geografis usaha dan keuangan signifikan dan berkembang. IFRS mencakup laporan keuangan segmen yang sangat lengkap, seperti halnya standar akuntansi di berbagai Negara. Pengungkapan segmen lebih membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami bagaimana bagian- bagian perusahaan menata semuanya. Setelah itu, alur produk dan wilayahn di dunia memiliki resiko yang beragam, pengembalian dan kesempatan. Pemisahan jalur usaha dan area geografis harus membuat penilain yang lebih terpapar tentang keseluruhan perusahaan.

G. Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial
            Laporan pertanggungjawaban social mengacu pada pengukuran dan kommunikasi informasi tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas social dan linngkungan. Laporan ini juga menjadi sebuah cara untuk menunjukan sebagai perusahaan penduduk Hal ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung pada pemegang saham dalam laporan kinerja terhadap lingkungan social mereka seperti halnya laporan keuangan yang mereka bagikan kepada pemegang saham

H. Pengungakapan Khusus bagi Pengguna Laporan Keuangan Non – Domestik dan Prinsip Akuntansi yang Digunakan.
            Laporan tahunana bisa meliputi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi pengguna laporan keuangan non domestic. Pengungkapan tersebut meliputi :
1.      “laporan ulang yang mudah” tentang informasi keuangan ke dalam mata uang asing
2.      Pembahasan perbedaan prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan standar akuntansi lainnya
3.      Posisi dan laporan keuangan ulang terbatas di ketetapan standar akuntansi yang kedua
4.      Sebuah laporan keungan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.

I. Pengungkapan Pengelolaan Perusahaan
            Pengelolaan perusahaan berhubungan dengan sarana internal di mana perusahaan dijalankan atau dikendalikan – tanggung jawab, akuntanbilitas, hubungan di antara pemegang saham, anggota direksi dan manajer yang disusun supaya mencapai sasaran perusahaan. Dallas memberikan sebuah rancangan kerja untuk memahami dan menilai pengelolaan perusahaan di sebuah Negara. Empat komponen dari rancangan kerjanya adalah :
1.      Infrastruktur Pasar
2.      Lingkungan Hukum
3.      Lingkungan Peraturan
4.      Infrastruktur Informasi.

J. Pengungkapan dan Laporan Bisnis di Internet
            World Wide Web terus digunakan sebagai sebuah ruang penyebaran informasi dengan media cetak yang selalu mendapat peran kedua. Sebuah perkembangan penting yang akan memfasilitasi pelaporan bisnis melalui web adalah Extensible Bussiness Reporting Language (XBRL), yaitu sebuah sistem penamaan informasi atau data. “TANDA” data yang bekerja seperti barcode, menggambarkan informasi keuangan yang mereka pasangkan. Sekali ditetapkan, XBRL akan secara otomatis menerjemahkan informasi bisnis apa pun yang dikehendaki – kata-kata atau angka- sehingga informasi hana perlu dimasukkan sekali. Pengelompokkan XBRL telah dikembangkan untuk GAAP AS dan Jerman serta untuk IFRS yang mampu membuat persiapan laporan keuangan sesuai dengan semua standar akuntansi ini.

Sumber: Choi, Frederick D. S, Meek, Gary K, 2005, Akuntansi Internasional, Buku 1 Edisi 5, Jakarta; Salemba Empat.

Rabu, 23 Maret 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL KASUS 2-1 APAKAH KLASIFIKASI AKUNTANSI TELAH KETINGGALAN ZAMAN?

KASUS 2-1
APAKAH KLASIFIKASI AKUNTANSI TELAH KETINGGALAN ZAMAN?

1. Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukakan Cairn bahwa klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini? Apakah usaha – usaha untuk mengklasifikasikan akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman? Mengapa atau mengapa tidak?

Saya tidak setuju dengan pendapat Cairn. Akuntansi sudah berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Klasifikasi akuntansi diperlukan untuk mengelompokkan sistem akuntansi menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkapkan struktur dasar dimana anggota – anggota kelompok memliki kesamaan dan apa yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu dengan lainnya. Dengan adanya perbandingkan prinsip akuntansi antarnegara sudah dapat mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan pada setiap perubahan lingkungan bisnis antarnegara dengan cakupan yang lebih luas. Karena mengklasifikasikan akuntansi sangatlah bermanfaat di zaman ini, dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat akan mempengaruhi dibutuhkann pengklasifikasian akuntansi. Terutama bagi perusahaan-perusahaan yang sudah besar dan go publik bahkan sudah bertaraf internasional. Karena dalam pengklasifikasian akuntansi, berguna sebagai suatu alat atau infomasi bagi para pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan maupun organisasi.

2. Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan menjadi semakin mirip dengan di kalangan perusahaan "kelas dunia" - perusahan-perusahaan multinasional terbesar di dunia -dan khususnya yang mencatatkan sahamnya di bursa efek utama seperti London, New York dan Tokyo. Apakah relevansinya pendapat ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini?

Menurut saya perusahaan multinasional harus menyesuaikan laporan keuangan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi internasional yang telah di tetapkan. Hal ini merupakan suatu yang harus dilakukan, karena akuntansi sebuah perusahaan yang baik adalah yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan akuntansi internasional. Jadi pelaporan keuangan harus dibedakan antara tingkat domestik dengan tingkat internasional. Selain itu, faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat mewajibkan perusahaan-perusahaan multinasional untuk menyeragamkan pelaporan keuangan menjadi suatu prinsip yang harus di tetapkan. Sehingga informasi yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi para pengguna informasi di belahan dunia. Jadi, menurut saya pernyataan tersebut tidak sesuai dengan klasifikasi akuntansi.


Selasa, 22 Maret 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 3 AKUNTANSI KOMPARATIF I DAN II (SOFTSKILL)

BAB III
AKUNTANSI KOMPARATIF I DAN II

S
tandar akuntansi adalah regulasi atau aturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Susunan standar merupka proses perumusan standar akuntansi. Kad, standar akuntansi merupakan hasil dari susunan standar. Namunm praktik yang sebenarnya menyimpang dari apa yang diharuskan standar. Sedikitnya ada 3 alasan untuk hal ini. Pertama, di banyak negara hukum an untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif. Kedua, perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan. Ketiga, beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluarj alur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Susunan akuntansi biasanya menggabungkan kombinasi dari kelompok-kelompok sektor umum dan swasta. Hubungan antara standar akuntans dan praktik akuntansi sangat rumit, tidak selalu bergerak dalam gerakan satu arah.

A. SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN LIMA NEGARA
1. Prancis
Prancis merupakan penyokong utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Mentri ekonomi nasional menyetujui plan comptable general (kode akuntansi nasional) resmi pada September 1947, yang berisi:
Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan.
Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban.
Aturan pengakuan dan penilaian.
Daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya.
Contoh laporan keuangan dan aturan penyajiannya.

2. Jerman
Iklim akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus-menerus dan hasilnya luar biasa sejak berakhirnya perang dunia II. Saat itu, akuntansi bisnis menekankan daftar akun nasional dan seksional. Comercial code menetapkan beragam prisnip tentang “pembukuan yang rapi”, dan audit yang mandiri hampir tidak selamat dari perang.

3. Republik Ceko
Akuntansi di republik ceko telah berganti arah beberapa kali, seiring dengan sejarah politik negaranya. Praktik dan prinsip akuntansinya digambarkan oleh negara-negara berbahasa jerman di eropa hinga akhir perang dunia II.

4. Belanda
Akuntansi belanda memberikan beberapa paradoks yang menarik. Belanda  memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik profesional yang tinggi.

5. Inggris
Akuntansi di inggris berkembang sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespon terhadap kebutuhan dan praktis bisnis. Seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan menambahkan susunan dan persyaratan lain, tetapi masih memperbolehkan fleksibelitas akuntan dalam penerapan penilaian professional.

B. LIMA SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NASIONAL
1. Amerika Serikat
Akuntansi di amerika serikat diatur oleh badan sektor khusus dewan standar akuntansi keuangan, akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap standarisasi mereka adalah agensi kepemerintahan komisi keamanan dan kurs.

2. Meksiko
Meksiko memiliki secara umum perekonomian pasar bebas. Perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan pemerintah mendominasi perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan swasta mendominasi industry manufaktur, konstruksi, pertambangan, hiburan dan jasa. Meksiko merupakan perekomian terbesar ke-9 didunia (dalam hal produk domestic bruto). Sebagai salah satu anggota pendiri komite standar akuntan internasional (Sekarang badan standar akutansi internasional), meksiko juga berkomitmen terhadap harmonisasi dengan IAS/IFRS.

3. Jepang
Pembukuan laporan keuangan jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi pemerintah yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntan, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari untang-undang pajak penghasilan perusahaan jepang.

4. Cina
Akuntansi di cina memiliki sejarah yang panjang. Berfungsi dalam peran pemeliharaan yang bisa terkuak mulai abad 2200 SM. Karakteristik dasar akuntansi cina mulai sejak pembentukan RRC tahun 1949. Cina menerapkan program ekonomi yang sangat terpusat, memperlihatkan prinsip dan pola marxis meniru sistem kesatuan soviet.

5. India
Dari tahun 1947 hingga akhir 1970-an, ekonomi india digolngkan dengan bergaya program sosialis pemerintah terpusat dan industri pengganti barang impor. Menghadapi krisis ekonomi tahun 1991, pemerintah mulai melaksanakan ekonomi terbuka.


Sumber: Frederick D. S. Choi dan Gary K. Meek.  Akuntansi Internasional. Buku 1 Edisi 5. Tahun 2005: Salemba Empat.

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 2 PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI (SOFTSKILL)

BAB II
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

A
kuntansi kuntansi harus memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi yang terus berubah dan mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial, dan politik yang ada dalam lingkungan operasinya. Sejarah akuntansi dan para akuntan memperlihatkan perubahan secara terus-menerus.

A.    PERKEMBANGAN
Standar dan praktik akuntansi di  setiap negara merupakan hasil dari interaksi yang kompleks di antara faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan, dan budaya. Faktor berikut ini diyakini memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan akuntansi:
1.      Sumber Pendanaan. Di negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait.
2.      Sistem Hukum.sistem hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
3.      Perpajakan. Di kebanyakan negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak.
4.      Ikatan Politik dan Ekonomi. Ide dan  teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan, dan kekuatan sejenis.
5.      Inflasi. Inflasi mengaburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan terhadap nilai-nilai aset dan beban-beban terkait, sementara di sisi lain melakukan peningkatan berlebihan terhadap pendapatan negara.
6.      Tingkat Perkembangan Ekononomi. Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7.      Tingkat Pendidikan. Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.

B.     KLASIFIKASI
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua kategori: dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
a)      Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi:
1.      Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional
2.      Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi.
3.      Berdasarkan pendekatan disiplin independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan.
4.      Berdasarkan pendekatan seragam, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrative oleh pemerintah pusat.
b)      Sistem hukum: Akuntansi hukum umum versus kodifikasi hukum.
   Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan hukum suatu negara.

1.      Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak.
2.      Akuntansi dalam negara-negara yang menganut kodifikasi hukum memiliki karakteristik berorientasi legalistic, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
c)      Sistem praktik: Akuntansi penyajian wajar versus kepatuhan hukum.
Banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi semakin hilang. Beberapa alasan untuk hal ini:

1.      Pentingnya pasar saham sebagai sumber keuangan terasa semakin berkembang di dunia.
2.      Pelaporan keuangan ganda kini menjadi hal yang umum.
3.   Beberapa negara yang menganut kodifikasi hukum, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemetintah kepada kelompok sector swasta yang professional dan independen.
Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi:

1.       Depresiasi
Dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu asset selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) / jumlah yang ditentukan untuk tujuan pajak.
2.       Sewa guna usaha
Yang memiliki substansi pembelian asset tetap (property) diperlakukan seperti sewa operasi yang biasa (kepatuhan hukum).
3.      Pensiun, dengan biaya yang diakui pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).
Sumber: Frederick D. S. Choi dan Gary K. Meek.  Akuntansi Internasional. Buku 1 Edisi 5. Tahun 2005: Salemba Empat.